Maafkan Saya Bu Risman...

...dan semua tokoh parenting lainnya. Saya tidak bermaksud membuat Bapak dan Ibu jengah ataupun kecewa. Tapi dalam hidup ini ada berbagai kejadian yang tidak bisa dihindari sebagaimanapun kita berusaha.

Seperti halnya punya anak bagaikan bermain Dinner Dash di kehidupan nyata. Dengan pelanggan yang tidak pernah puas tentu saja. Jadi orang tua terkadang juga memerlukan sikap tebal muka. Apalagi di zaman sekarang dimana semua kejadian viral dengan cepatnya.

Tapi kesalahpahaman memang kadang tak terelakkan. Akibat ucapan bocah yang tidak berdosa, yang terkadang membuat orang tua harus mengelus dada.

Bukan Umpatan

Di suatu hari yang cerah, sebelum pandemi tentunya, Bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan dengan meriah. Warga berkumpul untuk memperingati hari bebasnya bangsa Indonesia dari penjajah dengan perlombaan - perlombaan yang saking tidak inovatifnya masih dilestarikan, dari jaman kolonial. Menimbulkan pertanyaan filosofis apa hubungan kemerdekaan dengan lompat lompat dalam karung dan memasukkan pinsil ke dalam botol.

Di tengah keramaian tersebut, seorang anak umur 2.5 tahun melompat lompat sambil "mengumpat" gembira.

(Lompat) "ANJING!" (Lompat) "ANJING!" (Lompat) "ANJING!".

Beberapa pasang mata menatap si anak sambil menyelidik ke sekeliling. Berusaha menemukan ibu dari anak "tidak sopan" ini. Si ibu, yang berharap dirinya bisa masuk ke dalam karung saja daripada menghadapi situasi ini, langsung menyuruh Energizer Bunny si anak berhenti. Lalu bicara keras - keras berharap para pemilik mata curiga mendengar.

"Mas! JUMPING!!! Bukan ANJING!!!"
"JUUUMP....PIINGG", Mengerahkan seluruh kemampuan untuk mempertahankan reputasinya yang mulai tercoreng mengajari si anak kata kata yang benar.
....
Si bocah menatap ibunya. "Iya... aku kan lompat. ANJING!!", Lalu dengan tenang lanjut lompat - lompat sambil tetap meneriakkan bahasa indonesia untuk binatang bernama latin Canis Lupus Familiaris ini.

Sang ibu hanya bisa menatap nanar. Sambil berpikir mau masuk ke botol sirup mana bareng sama pinsil. Meratapi nasib punya anak sok english yang super percaya diri. Sampai bikin heboh sendiri.

Bukan Tidak Pintar

"Bun, Mas hari ini beberapa kali bilang kata, maaf bun, TOLOL! Katanya tau dari ayah bunda", Ibu pengasuh daycare melapor ke seorang ibu yang menjemput putra sulungnya.

Si bocah yang mendengar pengasuh menyebut kata tersebut langsung tertawa tawa sambil berkata "TOLOL ayah TOLOL ayah".

"Mati gue", batin si ibu, membayangkan viral postingan di WAG tentang anak salah asuhan karena ibunya sibuk kerja dan anaknya dititipkan.

"Mas memang apa sih TOLOL itu?" Tanya si ibu. Mencoba tetap tenang walaupun deg degan.
"Itu TOLOL! Ayah TOLOL!", kata si bocah 2 tahun gembira. Jantung si ibu berdetak semakin kuat. Merasa punggungnya dingin terhujam tatapan orang tua lain. Seakan dia membawa virus berbahaya.
"Mas dengar darimana kata TOLOL?", tetap tenang. Walaupun sudah memikirkan exit strategy yang mumpuni. Pura pura pingsan.
"Ehmmmm....ayah?", si bocah malah balik bertanya. Si ibu pengasuh menahan napas. Ikutan tegang.
"Memang ayah bilang tolol itu apa?", mulai panik sedikit kalau harus pura pura pingsan betulan.
...
...
"Itu looooohh....pampers ayah", kata si bocah
...
...
...
"KOLOR KALI!!!", teriak si ibu setengah tertawa setengah ingin nangis.
"Iya kan aku bilang TOLOL", katanya serius. Ibu pengasuh menghembuskan napas yang dari tadi ditahannya sambil sedikit tertawa lega. Lega anak asuhnya ternyata masih sepolos usianya.

Si ibu pun lega. Tidak perlu pura pura pingsan. Kini Ia hanya bisa garuk garuk kepala yang tak gatal. Berharap anak lain tidak ada yang ikut ikutan bilang tolol yang sebetulnya kolor. Menghindar dari judgement emak - emak yang penilaiannya terkadang lebih berat dari hakim betulan. Apalagi menyangkut anak anak dan tumbuh kembangnya.

Akibat Lapar

Seorang ibu sudah paham sepenuhnya. Bahwa resep termujarab untuk membuat anak tantrum adalah mengajak sang anak berkegiatan saat jam makan atau jam tidurnya. Tapi karena dia orang yang suka menantang hal - hal pakem, jadi tetap nekad suatu hari membawa bocah untuk belanja bulanan lewat jam makan siangnya.

Akibatnya dari lorong lorong supermarket langganan hari itu terdengar suara bocah usia 2 tahun kurang menjerit jerit minta "KETI yang kayak T*I".

Si ibu hanya bisa istigfar, sambil berusaha menyambar beberapa barang yang urgent diperlukan, dan memberikan tatapan mata penuh permohonan maaf kepada siapapun yang berpapasan dengannya.

Memohon orang orang untuk memaklumi bocah yang kelaparan dan ibunya yang belum menunaikan kewajiban menyajikan "spagethi yang kayak tali" untuknya hari itu.

Bukan Cerita 17+

Suatu hari di suatu acara kumpul keluarga, orang - orang dengan kekerabatan erat mengobrol ngalor ngidul. Sesekali melemparkan pertanyaan orak uwis uwis kepada para target korban sambil makan klethikan. Seorang bocah berusia hampir 3 tahun ada di tengah tengah obrolan. Menyenderkan badan di pangkuan ayahnya. Kelelahan setelah puas bermain dengan sepupu sepupunya.

Mungkin karena bosan atau tetiba mendapat ilham untuk nimbrung, si bocah tiba tiba bangun dan membuat pengumuman dengan lantang.

"KEMARIN ADA BAPAK BAPAK SAMA IBU IBU DI KAMAR NGGAK PAKE BAJU"

Suasana jadi hening.

Si ayah langsung berusaha membuat si bocah kembali duduk. Tidak berhasil. Malah tangannya ditepis.

"BENERAN! KEMARIN ADA BAPAK BAPAK SAMA IBU IBU DI KAMAR NGGAK PAKE BAJU"
Orang orang mulai tertawa canggung.

"Maksudnya gimana Mas?", Si ibu mendekat, mukanya semerah kepiting rebus menahan malu.

Otak si ibu berputar keras mengingat ingat semua tips serta tricks juga nasihat yang dilihat di postingan sosial media perihal pengasuhan salah kaprah.
...

"Kecolongan dimana ini gue ya Allah", pikiran si ibu bergulir liar. Mengingat ingat dimana anaknya bisa terpapar hal hal kurang "senonoh".
...

"Siapa yang nggak pake baju, Mas?", pura - pura cool. Mengambil alih si anak dari ayahnya yang hanya bisa meringis.

...

"Itu loohh... kan kemarin kita mau pergi...Ibu bilang mau ganti baju ... Ayah juga... nggak pake baju kan?" Kata si bocah, dengan nada bijaksana tanpa rasa berdosa sambil tersenyum lebar. Lalu ia menjatuhkan diri di pangkuan ibunya. Puas sudah mengutarakan maksudnya.

Tertinggalah ayah dan ibunya yang tidak tau harus berbuat apa. Selain menahan keinginan untuk ditelan bumi atau berubah jadi Ultraman Taiga. Membasmi seluruh monster di dunia.

Tentang Tantangan Bulan Ini

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog Bulan Juli dengan tema Cerita Lucu.


Dulu sekali saya suka memperhatikan orang - orang di sekitar dan menuliskan hal - hal lucu yang saya temukan. Blog saya sempat populer di kalangan terbatas karena hal tersebut (sedikit geer nggak papa ya 😂). Tapi makin ke sini saya kok merasa tidak bisa menulis lucu lagi. Mungkin karena saya makin tidak punya waktu untuk memperhatikan sekitar. Atau lingkungan saya sudah semakin homogen. Jadi ya ceritanya itu itu saja. Atau memang kadar kelucuan berbanding terbalik dengan umur. Makin tua makin garing

Apapun itu, tantangan bulan Juli dari Mamah Gajah bulan ini tentang cerita lucu ternyata lebih sulit daripada tantangan sebelumnya. Walaupun secara teknis jauh lebih mudah dan murah karena tidak perlu alat bantu😆
 
Qadarullah kampus ditutup total 2 minggu dan semua pegawai baik dosen maupun tendik diminta istirahat. Dengan harapan mengurangi stress dan tekanan mental lain akibat situasi pandemi yang belum terkendali. Karena beban pekerjaan berkurang, akhirnya saya bisa menyelesaikan tantangan lebih awal. 

Semoga bisa sedikit menghibur di tengah semua berita sedih yang bersliweran. Tetap semangat dan sehat semuanya yaaa ☺

Si Mas Sudah 4 Tahun Sekarang

6 comments

  1. Kocak banget sih...
    Saya aja bacanya ikut malu, gimana kalau jadi ibunya :))

    ReplyDelete
  2. 🤣🤣🤣 Aduh tehh maaf ga bisa nahan diri untuk ga ketawa. Kebayang sih malunya di saat itu kejadian. Duhh anak usia segitu emang suka bikin deg2an yaa omongannya 🤣

    ReplyDelete
  3. Ahaha duh teh sumpah lucu bangeet aku nyengir2 sendiri bacanya. Relate bangett emang nak bocah kalo ngomong gemes bgt ya teh untung semuanya cuma salah sebut aja wk

    ReplyDelete
  4. wkwkwkwwk
    Nuhun pisan ceeritanya ih. Saya sampe ngagakgak Teeeh... terutama bagian Keti yang kayak t*i wkwkwkwk

    ReplyDelete
  5. ouw aku degdegan part bapak ibu di kamar gapake baju :))))

    ReplyDelete
  6. Tolong sy ngakak gak bs brenti sampe batuk2 krn sy punya alergi yg kalau banyak ngomong atau ktawa bs bkin sesak dan batuk *loh kok kayak corona? 🤣🤣🤣

    ReplyDelete