Perihal Anak Susah Makan

Notes:
- Kalau anda mencari alternatif solusi, tulisan ini kurang tepat untuk anda. Solusi permasalahan anak susah makan juga masih misteri untuk saya. 
- Kalau anda cari review suplemen atau vitamin, tulisan ini juga kurang tepat untuk anda. Karena saya bahkan tidak menulis kata vitamin di bawah. 
- Kalau anda hanya cari teman senasib, bisa jadi tulisan ini memang untuk Anda. Tidak usah dibandingkan atau analisis terlalu dalam. Mari sama sama berdoa saja. Semoga anak anak susah makan ini lama lama mau makan. 

Bahasan tentang anak susah makan menggelitik banyak orang. Terbukti kalau bahasan ini muncul di grup mamah - mamah, biasanya yang menimpali banyak.

Mau mamah - mamah lokal, se Indonesia, atau Internasional, pasti banyak yang punya masalah anak susah makan. 

Saya termasuk orang yang beruntung dikaruniai dua anak yang susah makan. Betul betul latihan kesabaran untuk saya yang tidak sabaran dan maunya instan

Anak saya yang sulung, sebelum umurnya 2 tahun, nggak mau ngunyah. Cuma mau makan bubur dan telor. Sebetulnya makannya banyak. Sehari pasti habis 1 mangkok besar dan telur 2 butir. Cuma ya itu harus bubur dan telur bulat. 

Tidak jadi masalah kalau kami sedang di rumah. Tukang bubur langganan siap sedia. Jadi masalah saat kami sedang  berpergian. Di Indonesia sih masih bisa nemu tukang bubur tiap pagi. Di suatu gang di kota pasti ada. Baik yang naik haji maupun tidak.

Masalahnya kalau di luar negeri. Tukang jual bubur jarang sekali ada atau malah tidak ada. Kalaupun ada belum tentu halal. Masak sendiri rempong banget kan ya. Masak bubur gitu loh. Sudah gitu tentu rasanya tidak sesedap bubur yang dibuat ahlinya. Seringnya bocah menolak dan masakan jadi terbuang. Daripada lelah pikiran akhirnya maknya milih jalan jalan saja. 

Alhasil pernah waktu pergi selama seminggu ke luar negeri, si bocah seminggu itu juga cuma makan biskuit doang.  Untung masih mau minum susu strawberry kesukaannya. Ada seharian dia cuma makan Hello Panda sebutir dan susu setengah kotak. Herannya energinya nggak habis habis. Masih Asi juga sih waktu itu. Memang Asi ini luar biasa ya. 

Mungkin sebetulnya si sulung punya masalah oromotor. Tapi kami tidak punya daya dan energi untuk pergi mencari cari dokter super spesialis oromotor. Kami anggap masalahnya tidak urgent. Karena berat dan tinggi badannya masih bagus. Alhamdulillahnya lagi kemampuan bicaranya tidak terganggu dengan masalah tidak mau nguyahnya. 

Masuk umur 2 tahun tetiba dia mau ngunyah. Walaupun daging, sampai sekarang umur 4 tahun, juga masih menolak. Kalau makan nasi, lauknya cuma mau 3 macam : Telor, ikan, nugget. 

Baru sekarang sekarang mau nyoba makan ayam dalam bentuk asli. Tapi harus bikinan Kolonel Sanders. Nggak papalah. Yang penting makan. Kalau ada rejeki wisata lagi keluar negeri, insyaallah lebih tenang. Kolonel Sanders kan lebih internasional daripada mamang mamang tukang bubur. 

Karena pengalaman dengan si sulung, waktu hamil si bungsu saya berdoa dengan sangat supaya anaknya nanti mau ngunyah. Alhamdulillah kesampaian.

Anak yang bungsu ini jago ngunyah. Jari tangan ayah ibunya. Telinga masnya. Boneka. Mainan. Keset. Kabel. Semua dikunyah. Kecuali makanan. Salah memang. Berdoanya cuma supaya anaknya mau ngunyah. Lupa berdoa bagian suka makan. 

Si bungsu lebih parah dari kakaknya. Sehari cuma mau makan 3 suap. Plus tidak ada makanan tertentu yang dia suka. Susu juga paling setengah kotak kecil. Sisanya disedekahkan ke semut-semut di lantai. Selera makannya bagai mystery box. Sehari mau sehari nggak. Cewek banget deh. Harus ditebak tebak. 

Bedanya lagi dengan mas nya, si bungsu badannya kecil mungil. Saya sampai stress. Takut dia stunting. Momok ibu ibu saat ini. Stunting. Sampai mau nangis kalau lihat tabel pertumbuhan. Saking mengkhawatirkannya. Padahal lahirnya hampir 4 Kg dan tingginya 52 cm. Sekarang jadi kecil mungil. 

Karena badannya kecil banget, si bungsu kami bawa ke dokter anak langganan. Bolak balik tes. Usut punya usut ternyata dia mengidap silent disease. Kurang vitamin D dan ada ISK. Setelah diobati makannya lumayan. Jadi 5 suap. Alhamdulillah tetap mengikuti sunah nabi. Ganjil 😅 

Selera makannya masih sporadis. Sehari makan 2 mangkok, besoknya nggak mau makan 3 hari. Tapi lumayan lah. Mengingat dulu bisa seminggu nggak mau makan.  

Dokternya bilang nanti umur 2 tahun baru screening lagi. Kalau berat dan tinggi badannya masih belum catch up. Anaknya sekarang kan masih minum Asi. Masih ada harapan setelah sapih nanti makannya jadi banyak. 

Karena susu super tinggi kalori untuk anak kurang gizi, nggak doyan, kata dokternya sekarang kasih saja es krim setiap hari. Lumayan tambah kalori. Untung eskrim sih anaknya hobi. Berdua masnya seliter bisa habis dalam dua hari. 

Lumayan jadi rada tembem itu anak anak. Ibunya juga jadi ikutan tambah tembem. Soalnya sisa eskrim biasanya ibunya yang habisin. Sayang.  

Begini nasib orang punya anak anak yang tipenya makan untuk hidup. Bocah bocah ini kalau nggak mau makan ya nggak mau makan. Kalau maunya makan A dibujukin supaya makan B, sampai orang pindah ke Mars ya nggak akan bergeming. Cuek saja. 

Sungguh suatu cobaan dan peringatan untuk saya yang maunya ngatur segala segala dan suka stress kalau ada yang berjalan tidak sesuai dengan rencana. 

Untungnya di tengah tengah stresnya saya suami masih bisa tenang. Berbekal pengalamannya sendiri yang waktu kecil juga makannya sporadis, dia menenangkan saya. Prinsipnya bocah tidak mau makan sih biarkan saja. Nanti kalau lapar juga minta makan sendiri. 

Memang iya sih sekarang anak anak saya kalau lapar bisa minta. Si bungsu juga umur 15 bulan sudah bisa minta. Minta kentang Ronald Mc Donald kesukaannya. Sungguh tidak Instagrammable. Untung saya tidak sering main Social Media.

Sekarang saya belajar mengalihkan fokus ke hal - hal lain. Belajar memilih peperangan lah istilahnya. Untuk urusan makan anak, diusahakan saja sebisanya. Kalau anaknya cuma mau makan nugget atau fast food atau chiki ya ayo saja. Mumpung ada rejekinya untuk beli. 

Kalau anaknya maunya makan sendiri, berantakan kemana mana ya monggo saja. Mumpung ada mbak yang siaga beberes #Loh 🙈 Kalau anaknya nggak mau makan ya sudah. Berusaha tidak gundah gulana dan bermuram durja. Besok coba lagi. Kasih makan lagi.

Berusaha. Seringnya masih belum berhasil. Hati memang susah dikendalikan. Apalagi kalau lihat anak anak lain yang lahap makan. Atau badannya bagus. Pasti yang diingat dari anak anak jadi hanya angka timbangannya. Lucu dan pintarnya mereka langsung terlupakan begitu saja. 

Makanya supaya tetap bisa berpikir positif, harus terus mengingatkan diri sendiri. Susah makan adalah satu satunya hal dari anak anak saya yang menyusahkan. Susah naik berat badan adalah satu satunya hal dari anak anak saya yang merisaukan. Urusan lainnya tentang mereka alhamdulillah dimudahkan. 

Allah memang adil. Kalau anak anak saya gampang makan, badannya ideal, dan urusan lain juga dimudahkan, mungkin saya jadi sombong. Mungkin jadi jumawa. Mungkin ingin jadi selebgram. Pamer sana sini. Ya sudah anggap saja ini pengingat. Bahwa diatas langit masih ada langit #NggakNyambung 🤣

No comments