Jauh Dari Tanah Air : Catatan 1 Bulan

Kadang kita harus pergi dulu 11.000 km jauhnya untuk menyadari bahwa dibalik segala kesemrawutannya, ada banyak hal kecil yang patut disyukuri karena kita tinggal di Indonesia. Hal hal kecil seperti : 
  • Tidak perlu jalan jauh untuk naik kendaraan umum. Angkot, metromini, bis kota antar provinsi semua bisa berhenti dimana saja dan kapan saja. Kalaupun harus jalan agak jauh ada ojeg siap siaga di setiap perempatan.
  • Minimarket/supermarket di setiap gang yang buka 24 jam 7 hari seminggu. Tidak perlu menunggu Senin siang ketika telur habis sabtu malam :P
  • Tak perlu pergi 5 stasiun jauhnya dan berganti 2 kali moda transportasi untuk sekedar beli daging atau cabai atau sayur. Ada tukang sayur yang lewat depan rumah, baik cuaca terik maupun hujan badai.
  • Tidak perlu bersusah payah mengangkut barang barang berat ketika mengejar pesawat, kereta api, atau bis atau sekedar belanja. Ada orang-orang yang mau dibayar untuk mengangkat barang-barang berat di hampir semua tempat. 
  • Tak perlu repot ketika kelaparan tengah malam. Tukang pecel lele, nasi goreng, dan nasi padang  ada di setiap jalan, kelurahan, kecamatan, kota, dan provinsi. 
  • Tak perlu rusuh memisahkan sampah dan tak perlu pusing karena ketinggalan jadwal angkut sampah. Di Indonesia tukang sampah gerobak dan truk siap mengangkut sampah apapun jenisnya. 
  • Tak perlu pakai baju tebal untuk sekedar beli burger. Delivery fast food siap siaga mengantar makanan selama 24 jam.
  • Tak bingung dengan jadwal sholat. Matahari yang hadir 365 hari dalam setahun, terbit dan tenggelam di waktu yang relatif sama setiap harinya.
  • dan sebagainya dan sebagainya.
Kata orang, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Ternyata rumput kita kalau dilihat dari tetangga juga nggak kalah hijau kok. Hehehe! :D 

1 comment