Home Alone


Judulnya saja sama seperti film anak anak jaman dulu, yang selalu diputar waktu Natal. Tapi home alone yang saya alami benar benar tenang. Nggak ada bandit bandit lucu yang bisa dikerjain. Adanya jam dinding yang suara tik toknya terdengar jelas dan kucing yang ribut beranak di atas atap.

Saya orang yang cukup suka suasana sepi. Bahkan ketika di rumah sendiri, amat jarang saya menyalakan televisi. Cukup puas dengan internet yang menyala kencang, buku fiksi yang bisa dibaca atau lagu yang bisa dinyanyikan kencang kencang.

Tapi lebih dari 8 jam sehari tidak ngomong sama orang, well kecuali sama Bibi yang ada di rumah waktu siang, cukup membuat saya terganggu.

Makanya sesenang senangnya saya sama sepi, saya tetap berharap Jumat cepat tiba. Ketika suami pulang. Dan Senin depan ketika rombongan mertua datang dari negeri seberang :)

1 comment

  1. Ahahaha... Tenang tu.. Belum setahun.. *yang udah lewat fase senang tinggal sendiri, bosen, stress, senang lagi, bosen lagi, stress lagi, senang lagi lagi, dst, dst."

    ReplyDelete