Kontemplasi Diri

Membaca tulisan teman-teman saya, Batari dan Mona, saya juga mau ikut-ikutan memikirkan kehidupan saya ah...

Saya sudah dua tahun lulus dari ITB dan menghadapi masalah-masalah seperti :

  1. Saya masih harus mikir 2 juta kali sebelum memutuskan beli kambing kurban. Well, saya punya pekerjaan, pekerjaan saya termasuk yang dikategorikan oleh Stanley Bing dalam bukunya 100 Bullshit Job...get paid super well and do almost nothing... hahahaha... masalahnya karena sepuluh ribu sebab, I do do almost nothing and get paid almost none...
  2. Saya sudah puluhan juta kali dikejer-kejer sama orang tua saya buat masuk BUMN, atau Pemkot, atau Pemprov. Secara saya anak Pegawai Negeri Sipil. Supaya kalau ada tetangga yang bertanya anaknya kerja dimana gak susah menjelaskannya. Kerja di perusahaan yang kantornya ada di lantai 4 salah satu masjid terkenal di Bandung jelas bukan pekerjaan yang mudah untuk didefinisikan, dan dimengerti oleh orang kebanyakan. Dikejer-kejer orang tua juga jelas bukan merupakan hal yang paling membuat nyaman di dunia. Banyak perasaan bersalah yang terlibat di dalamnya.
  3. Saya tidak tau kapan saya akan bisa punya mobil, rumah, peralatan-peralatan canggih, dan hal-hal lainnya yang membutuhkan perencanaan finansial. Seperti yang sudah banyak teman-teman saya miliki. Karena saya tidak tahu bagaimana saya bisa merencanakannya. Saya bahkan tidak tahu bagaimana harus merencanakan kehidupan saya di bulan depan. Hehe.

Menghadapi masalah-masalah diatas apakah saya pusing? jawabannya "jelas pusing". Bohong kalau saya bilang tidak pusing. Tapi saya tidak mau playing victim. Toh saya bukan korban. Dipikir-pikir terdampar di Bandung dengan pekerjaan yang tidak jelas adalah konsekuensi dari pilihan saya sendiri, yang malas mencari kerjaan yang jelas dan memilih untuk tidak meninggalkan zona nyaman saya di Bandung. Lagian saya belum pernah benar-benar sampai pada titik dimana saya menyesali pilihan saya ini, karena hal- hal diatas bukan masalah kalau dibandingkan dengan kegembiraan-kegembiraan yang saya dapatkan:

  1. Saya hidup di Bandung yang banyak dikangenin teman-teman kuliah saya.
  2. Saya bisa berangkat kantor kapan saja, sehingga pagi-pagi pun saya masih bisa nulis untuk blog ini. Kalau mau saya bahkan bisa karaoke sampai jam dua malam, di hari kerja, tanpa khawatir besok ditegur karena ngantuk di kantor.
  3. Walaupun pekerjaan saya setengah mati gak jelasnya, gara-gara pekerjaan saya itu, saya sudah keliling ke 24 Provinsi di Indonesia. Lumayan bisa bikin teman-teman saya iri karena kerjaan saya kelihatannya cuma jalan-jalan, paling tidak di halaman Facebook.
  4. Pacar saya, yang sama tidak jelasnya dengan saya, ada di lingkungan yang sama dengan saya, jadi saya tidak perlu pusing dengan keberlangsungan kehidupan percintaan, karena kendala jarak dan waktu. Halah.
  5. Saya masih bisa menyempatkan diri untuk membaca buku-buku cerita fiksi kesukaan saya. Walaupun kadang-kadang saya hanya bisa ngiler melihat buku-buku menarik yang dipajang di toko tanpa saya punya uang untuk membeli.
  6. Saya punya waktu untuk bikin naskah drama musikal Siti Nurbaya.
  7. Saya punya waktu buat mikirin rencana-rencana perjalanan ke tempat-tempat yang disebutkan dalam buku Lonely Planet, 1000 Places You Must See Before You Die. Walaupun saya gak tahu kapan saya punya uang buat benar-benar pergi ke tempat-tempat itu.
  8. Saya punya waktu untuk membaca perezhilton.com, people.com, OMG.Yahoo.com atau laman-laman gosip lainnya tanpa ada boss atau teman yang protes-protes.
  9. Saya punya waktu buat nonton semua serial televisi yang pengen saya tonton tanpa ada yang ribut kerjaan saya belum selesai.
  10. Saya punya waktu buat memikirkan dan memutuskan apakah saya mau mengambil Phd di bidang pakan ternak lele, (seperti oom salah satu teman saya ini) atau bidang-bidang aneh lainnya. Walaupun otak saya, sebagai bagian yang terpisah dengan hati saya, karena keterbatasannya mungkin tidak menyetujui hal-hal menyangkut Phd ini.
  11. Kalau saya mau, saya bahkan punya jutaan waktu luang buat mikirin kehidupan pertanian di Indonesia, atau merencanakan misi penyelamatan Badak bercula satu. Seriusan. Kalau dipikir-pikir berpikir bebas kan salah satu hal yang masih gratis di dunia ini. Selain bernafas mungkin. Jadi beruntung juga saya masih punya kesempatan dapet yang gratisan secara melimpah.

Pada akhirnya, kalau saya terus pusing memikirkan masalah yang saya punya tanpa berusaha mencari jalan keluarnya, atau memikirkan hal-hal yang saya tidak punya, dan cara untuk mendapatkan hal-hal itu dengan mudah, atau terus bertanya mengapa hidup saya begini mengapa hidup saya begitu, mungkin saya akan berakhir seperti ibu-ibu di sinetron-sinetron yang rambutnya disasak, matanya selalu mendelik- delik, dan sering ngomong sendiri, dengan bibir miring-miring. Well, karena rambut saya sudah cukup kusut tanpa disasak, dan saya tidak mau berhadapan dengan risiko darah tinggi karena ngamuk-ngamuk terus, maka cara terbaik yang bisa saya lakukan adalah mensyukuri apa yang sudah saya miliki, dan terus mengusahakan yang terbaik. Toh saat ini, walaupun saya tidak tahu bagaimana saya akan membayar kos bulan depan, saya masih hidup dan sehat. Lagian akhir bulan masih seminggu lagi, lagian kayaknya adik saya masih punya cukup uang buat saya utangin. Lagian kehidupan saya ini kalau dilihat-lihat asyik juga mirip main game. Banyak aral dan tantangannya. Hehe. Sudah ah saya ini tidak pintar berkontemplasi. Doakan saya mendapat pengalaman menarik hari ini. Jadi bisa saya tuliskan disini. Lumayan buat hiburan. Amin.

6 comments

  1. Eh ada nama gue! Semua list hal-hal yang lo bisa lakukan gue juga bisa lakukaaan hahahaha. Tos pengangguraaaan! Cuma bedanya di Tokyo ga kayak bandung, sepiii.

    ReplyDelete
  2. hauauhauha.. ciee kontemplasi.. jarang2 nih, bookmark ah. cerewet abis gw

    ReplyDelete
  3. @Batari : tos! :D Bandung sepi juga ko...kalau lagi gak banyak orang Jakarta yang dateng berharap bisa santai di Bandung tapi tetep aja ketemu macet hehehehe....
    @Atiek : hooo...bookmark diapain sih? #gaptek# :P

    ReplyDelete
  4. tu tu lo punya temen kok at least kalo gw lagi ke bandung jangan bosen2 nemenin gw ya....btw lo masi untung punya kisah percintaan

    ReplyDelete
  5. Hahahahaha...Lo kan mau jadi relawan Merapi swan...siapa tau lo menemukan kisah percintaan disana...
    *halah.... :P

    ReplyDelete
  6. haha lumayan tu,,,1 bab buku biography...
    tu pinjem lonely planet heheh??

    ReplyDelete