Sekilas Stuttgart : Landesmuseum Württemberg

Awal bulan Februari 2014 saya dan suami pergi ke Landesmuseum Württemberg atau Museum Negara Bagian Baden Württemberg (maaf tautannya bahasa Jerman). Terletak di tengah kota, museum ini bertempat di altes schloss atau istana raja lama. 
Bagian luar altes schloss (Kiri). Bagian tengah/halaman altes schloss sekaligus halaman museum (Kanan).
Buat masuk ke bagian halamannya doang sih gratis. 

Peminat untuk masuk ke museum ini cukup banyak dan masuknya digilir, jadi ada baiknya kalau mau mengunjungi museum ini datengnya pagi pagi. 
Pameran museum ini dibagi dalam dua bagian, pameran khusus dan pameran tetap. Ketika kami kesana, pameran khusus yang sedang berlangsung berjudul Im Glanz der Zaren yang kurang lebih artinya : dalam masa kejayaan Tsar. Jadi ceritanya kerajaan Württemberg punya hubungan persaudaraan yang erat dengan kekaisaran Rusia. Nah pameran ini berisi peninggalan - peninggalan dan cerita cerita dari putri-putri kerajaan Baden Württemberg yang menikah dengan pangeran - pangeran dari Rusia beserta pengaruhnya terhadap hubungan Rusia dan Baden Württemberg
Sumber : Landesmuseum Württemberg
Sayangnya di pameran khusus ini dilarang mengambil foto, jadi saya tidak bisa bercerita banyak. Lagipula, walaupun sudah dilengkapi dengan audio guide berbahasa Inggris, ada banyak artikel pameran yang dijelaskan hanya dengan tulisan berbahasa Jerman. Jadi saya hanya bisa tebak tebak berhadiah. Hehe!

Inti cerita yang saya tangkap dari pameran ini adalah : Jadi pangeran dan putri tidak selalu bahagia pehlus pangeran serta putri tersebut hampir semuanya mati muda. Yayaya.

Setelah ke pameran khusus kami masuk ke pameran tetap. Disini yang dipamerkan adalah barang-barang peninggalan kerajaan Württemberg yang disusun dari jaman batu hingga berakhirnya masa kerajaan di Jerman sebelum Perang Dunia I. 
Katanya, ini adalah patung Venus pertama yang dibuat di jaman batu. Menurut keterangan, patung ini sudah cukup detail. Yeah, bagian dadanya memang sudah cukup detail :P
Oh ya, untuk bisa mengambil foto di area pameran tetap saya harus membayar 1 euro agar dapat sticker izin foto. Ini beberapa koleksi tetap yang ada di museum ini.

Koleksi museum ini disusun secara teratur membentuk alur sejarah  Baden Württemberg dari jaman batu, medieval, romawi, kristen, kerajaan, dan runtuhnya kerajaan. Kalau dibandingkan dengan museum di Indonesia sebenarnya koleksinya nggak wow wow amat, karena banyak yang hanya berupa replika. Hanya saja di sini pengaturan koleksinya lebih rapih dan banyak fasilitas multimedia interaktif yang menarik. Tambah lagi, walaupun ada dalam kastil kuno, interior museum modern, terang, bersih, dan yang paling penting nggak bau apek :D
Harga tiket masuk museum ini, seperti kebanyakan museum di Eropa, cukup mahal : 12 euro untuk saya dan 9 euro untuk suami (student). Tapi walaupun mahal, service-nya oke. Dengan tiket seharga itu kami bisa masuk ke pameran khusus, pameran tetap, museum jam, chappel istana, dan kuburan (serius! kuburan) plus diberi audio guide dengan bahasa pilihan.
(Dari Kiri ke Kanan) Chappel, Museum Jam, Tangga ke Kuburan.
Masing-masing area dijaga oleh petugas profesional. Kebanyakan warga usia pensiun yang punya pengetahuan lebih dalam hal sejarah. Kami sempat ngobrol dengan salah satu petugas yang ternyata bekas staf diplomatik Jerman di Indonesia! :D
Untuk bagian kuburan, sebenarnya saya pengen mengambil foto batu batu nisan, tapi penjaga yang ada disana tampangnya seram betul. Jadi takut. Hehehe
!

Sayangnya saya tidak sempat mengambil banyak foto di museum jam, chappel, dan kuburan karena sudah terlalu lapar. Next time kalau ada yang ke stuttgart dan pengen ditemani ke museum saya update-lah foto fotonya.
Kurang lebih bentuk kuburannya seperti di foto ini. Cukup seram sih, karena ada bentuk orangnya. Hehe!
(Sumber : Brosur)

Putar putar di museum menghabiskan waktu 5 jam! Karena suami yang tidak mau rugi membaca semua keterangan dari semua koleksi yang dipamerkan. Semua! Sementara isterinya yang tidak terlalu rajin (dan nggak mudeng sama bahasanya) putar putar tanpa arah tujuan dan foto-foto :P

Suami yang rajin baca baca. Padahal sih nggak mau rugi :P 
- Sekian dan Terimakasih :D - 

No comments