Pontianak, Kelas Eksekutif, Sampan, dan Surga Makanan Laut

Ke Kalimantan Barat 3 hari. 
Karena hampir telat, malah ketiban rejeki ditempatin di kelas eksekutif.
Namanya juga baru sekali naik kelas eksekutif, jadi ndeso. Semua difoto :))

 

Ngomong-ngomong pesawatnya lucu. Brand logo tahun 60-an katanya. 
Klasik. 
Walaupun tulisannya mirip logo rumah makan Padang :))


Makanannya lebih enak, dan mbak mbak Pramugarinya lebih ramah.


Sampai disana langsung diajak ke Desa Nelayan di muara Sungai Kapuas
Satu jam perjalanan naik sampan bermotor.
Nggak boleh banyak gerak apalagi joged Gangnam Style.
Bisa nyemplung ke sungai yang dalamnya 15 m.
Nyemplung saja bukan masalah besar, karena bisa berenang.
Masalah besar adalah di sana banyak buaya yang hobi makan orang. 
Diam bagai balok kayu mengambang lalu hap. Dicaplok deh tuh orang yang nyemplung. Wassalam.




Desa nelayan yang dikunjungi letaknya diatas rawa lokasinya sekitar setengah kilometer dari laut lepas. 
Airnya merah. Sebenarnya pemandangannya bagus, kalau saja penduduk nggak biasa buang sampah sembarangan di perairan sekitar rumahnya 
Tapi dipikir pikir lagi, kemana juga mereka mau buang sampah kalau bukan ke air yang mengalir ke laut :|





Sampai disana waktunya makan siang. Sempat pesimis karena tempatnya nggak higienis. 
Makan sambil duduk menghadap laut lepas. Udaranya sejuk karena di pinggir sungai masih banyak pepohonan besar khas hutan hujan Kalimantan.
Udara laut, angin sepoi sepoi, pemandangan bagus, dan makanan laut berlimpah ruah.
Akhirnya sudah nggak peduli lagi sama yang namanya higienis. Apalagi kolesterol. 
Begitu makanan datang, langsung mengunyah tanpa henti.
 Yah, siapa sih yang bisa nolak? :P




- Tamat - 


No comments